Kamis, 06 Desember 2012

“1000” LANGKAH MENUJU ”1” KEPUTUSAN

Tahukan anda jika dalam mengambil suatu keputusan kita sering mengalami kebimbangan, ragu ragu, rasa tidak percaya diri, ketakutan, ancaman, atau efek lainnya yang akan ditimbulkan dari sebuah keputusan itu.

Kita mulai dari langkah awal kenapa kita harus mengambil suatu keputusan. Pertama kita dihadapkan dalam suatu masalah yang harus kita ambil keputusannya. Kedua kita menghadapi suatu pilihan sehingga kita harus memilih mana yang harus kita putuskan. Ketiga dalam hal kita dalam kebimbangan dimana kita harus membuat suatu langkah supaya kita keluar dari kebimbangan. Keempat adalah hal hal lain yang harus kita ambil dalam membuat suatu keputusan baik pribadi, kelompok maupun di dalam pekerjaan.

Seribu langkah disini artinya adalah usaha keras kita untuk akhirnya memilih, mengambil keputusan, waktu berpikir, usaha yang kita keluarkan, perhitungan resiko, pencarian data dan informasi dan hal lainnya yang akan menguatkan kita sehingga kita mengatakan " ya" ini jalan yang saya ambil. Itu adalah Seribu(1000) langkah yang sudah kita lalui dan akhirnya kita memilih "1" keputusan diantara "1000" alternatif yang seharusnya kita hargai sebagai usaha keras kita untuk menciptakan nilai"1" itu.

Kadang ada sebagian orang yang menyesali telah membuat "1" keputusan dan dia mencoba untuk mengambil alternatif lainnya. Mereka yang memilih itu pasti melupakan bahwa dia sudah berkorban dengan mencoba menghapus "1000" langkah yang dia sudah lalui dalam membuat " 1" Keputusan tersebut. Secara matematis nilai "1000" untuk menjadi angka "1" maka kita harus menghilangkan tiga angka 0 dibelakangnya. Hal itu bisa kita lakukan  dengan membagi 1000 dengan angka 1000, bisa dengan mengurangkannya dengan 999, bisa dengan menambahkannya dengan angka  (-999) atau  mengalikannya dengan angka  0,001

Jadi jika pernah mengalami dilema dalam mengambil keputusan dan merasa bersalah dengan "1" keputusan yang pernah diambil, maka ingatlah bahwa pengorbanan dan langkah  "1000"  yang sudah dibuat akan sia sia. Jika mengalami dilema dengan hal "1" keputusan yang sudah dibuat maka cobalah  untuk bertanggungjawab dengan apa yang sudah diputuskan. Apabila keputusan itu memberikan dampak negatif maka buatlah "1000" langkah baru untuk menjadi lebih baik. 

Have a great Day....Depok, 7 Desember 12

Minggu, 20 Mei 2012

DI MATTEO  – CHELSEA & SEMANGAT JUANGNYA
                       



Chelsea Jawara Liga Champions 2012 ( Foto : Detik Sport) 
Setelah  melalui perjuangan  dan penantian yang panjang, akhirnya Chelsea memenangkan drama adu pinalti  dengan  Bayern Munchen. Sebuah drama yang menegangkan ada teriakan bahagia, bangga dan lepas karna kemenangan yang diraih.


Menilik komentar para pemerhati  bola yang memprediksi bahwa selalu lahir juara baru di Olympic Arena(Allianz Arena), kemenangan Chelsea menguatkan prediksi dan seolah olah menjadi pembenaran bahwa di  Allianz Arena selalu mencetak pemenang baru.

                                           
Terlepas prediksi banyak pemerhati bola baik dalam maupun luar negri, perjuangan Chelsea patut diacungi  jempol.  Bagaimana tidak, klub yang   sempat tersesok seok di awal liga Primer Inggris musim 2011-2012 ini, harus berjuang keras untuk mencapai puncak dengan  dominasi tim tim unggulan. Kita tengok ke belakang, di awal penyisihan liga Champions , Chelsea mengalami  cukup banyak tekanan   dari  12 kali  kali pertandingan di liga Inggris   hanya 3 kali menang selebihnya seri dan bahkan kalah. Tekanan ini berujung pada didepaknya manajer   tim  Andre Villas Boas  di awal 2012 yang lalu.

Kala itu juga muncul  rumor yang beredar  bahwa manajer tim  mengalami konflik internal dengan beberapa pemain senior seperti Didier Drogba, John Terry dan yang paling santer dengan Frank Lampard. Taktik baru dan  strategi baru diterapkan oleh Andre Villas Boas sebagai manajer tim, tak pelak hal ini menjadikan beberapa kali hasil yang tidak optimal. Ditambah lagi dengan  dibangkucadangkannya beberapa pemain senior dalam beberapa pertandingan. Didir  Drogba pemain yang selalu menjadi starter di setiap laga harus dibangku cadangkan oleh AVB julukan Andre Villas Boas. AVB lebih memilih Fernando Torres untuk menjadi starter. Bukan hanya itu saja Frank Lampard juga mengalami nasib yang sama dengan  duduk dibangku cadangan. AVB lebih memilih pemain muda lainnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dari itu semua, namun mengapa terjadi konflik internal hingga akumulasinya para pemain senior mengkritik taktik yang dipakai AVB dalam pertandingan di Liga Primer.  AVB tidak salah, pun pemain senior juga tidak bisa disalahkan. Masing masing mempunyai  argumentasi sendiri dan ego sendiri yang seharusnya dapat diselesaikan.


AVB sebagai manajer baru membawa banyak perubahan dengan memilih menurunkan pemain muda dan  konsekwensinya pemain senior harus legowo untuk menjadi pilihan kedua. Pemain senior yang merasa lebih tahu tentang tim merasa merekalah yang cukup tahu tentang tim. Seperti yang dikatakan oleh David Luiz yang dimuat di detiksport beberapa waktu yang lalu.   Menyikapi konflik intern klub itu, Luiz coba menasehati Lampard agar seniornya di Chelsea itu menyingkirkan ego-nya dan tidak menganggap dirinya adalah pemain bintang yang tidak tersentuh.


Namun setelah Roberto Di Matteo datang,  Di Matteo mencoba untuk meramu skuad yang sudah ada untuk tetap fokus meraih kemenangan di laga terakhir. Maklum waktu Di Matteo tidaklah lama hanya 2,5 bulan untuk meraih gelar yang tersisa dalam waktu terbatas. Ternyata dalam waktu 2,5 bulan Roberto Di Matteo mempersembahkan double winners yaitu piala FA dan Piala Liga Champions. Sungguh hasil yang sangat luarbiasa. Bagaimana tidak, Liga Champions adalah Liga bergengsi antar klub di Eropa dan ini gelar pertama untuk Chelsea sejak klub ini didirikan. Tentu semua orang akan menuju ke siapa pembesut club ini, lain tidak bukan adalah Roberto Di Matteo.


Roberto bak seorang penyelamat Chelsea setelah klub ini didera masalah prestasi dan intrik di dalamnya. Bahkan sampai para pemainpun mempersembahkan piala ini untuk sang pelatih. Sebut saja Didir Drogba, John Terry, Frank Lampard dan lainnya mempersembahkan piala ini untuk Di Matteo. Maklum saja sebagai kareteker masa depan Di Matteo masih dipertanyakan. Lain Di Matteo lain Didir Drogba yang sebentar lagi kontraknya juga akan segera berakhir.  Sebelum pertandingan baik Di Matteo maupun Drogba tidak lagi berpikir untuk masa depan mereka di klub namun mereka konsentrasi untuk hasil di laga final di Allianz Arena. Seperti ucapan Drogba berikut :"Yang paling penting untuk saya saat ini bukanlah masa depan saya, tetapi tim. Sungguh. Saya ingin memberikan segalanya bagi tim dan fans-nya. Baru setelah itu kita pikirkan yang lainnya," tukas penyerang berusia 34 tahun ini sebelum final berlangsung yang dikutip oleh Detiksport


Lain Drogba lain sang pelatih yang meramu skuad dengan sikap  tenangnya dan sepetinya Di Matteo dapat masuk ke tim dengan gaya manajemennya. Dia dapat meredakan masalah yang ada dan mengajak bersama sama untuk fokus dan berjuang untuk tim dengan mengesampingkan ego. Namun Di Matteo juga mempersembahkan kemenangan ini untuk Andre Villas Boas, hal ini kemungkinan karena Di Matteo ingin mengucapkan terimakasih karna AVB berani memberi kesempatan pemain pemain muda untuk turun dalam laga sebelumnya, meski hasilnya kurang dari harapan namun keberanian ini menjadikan para pemain muda untuk lebih percaya diri. Namun sepakbola bukanlah permainan satu pertandingan saja,semuanya akan diakumulasi dalam suatu periode tertentu. Seperti Liga inggris, Liga Champions dan kejuaraan lainnya. Dari perjalanan panjang tersebut AVB bagaimanapun ikut andil dan berperan dalam terbentuknya skuad yang tangguh meskipun tidak bisa dikatakan demikian secara mutlak karena musim belum berakhir saat dia dipecat. Di Matteo menjadi Eksekutor yang dapat meramu dan memoles sesuatu yang sudah diperjuangkan untuk menjadi suatu kenyataan. Polesan dengan sentuahan  rendah hati, mengayomi dan tangan dinginnya membuahkan hasil yang sempurna.


Meski Chelsea tidak lolos 4 besar di Liga Inggris yang berarti Chelsea tidak bisa ikut perhelatan liga Champions musim mendatang. Namun Chelsea tetap tidak menyerah dan dia tahu bagaimana caranya tetap berada di Liga paling bergengsi tersebut  di musim  mendatang dengan cara yang lain yaitu memenangi pertandingan dengan menjadi jawara Liga Champions 2012.


Banyak pelajaran dari kemenagan ini yaitu bahwa sesuatu yang kelihatannya di awal kelihatan buruk namun bukan berarti akan menjadikan hasil yang buruk diakhirnya.Untuk sebuah  keberhasilan sebuah tim, egoisme harus dibuang jauh dan melangkah untuk tujuan bersama. Keberhasilan tergantung dari usaha, semangat juang, dan percaya diri untuk menyelesaikan sampai akhir. Jangan pernah berhenti berusaha sebelum semuanya yang menjadi tujuan kita tercapai.

                                          
Congratulation Chelsea!! God Luck Di Matteo, see u on de next match .....Bravo Olahraga!!!



20 Mei 2012
Sinta Nugraha -  pecinta Olahraga 

Selasa, 06 Desember 2011

Luangkan Waktu untuk Merawat Apa yang Kita Tanam

Bagi sebagian orang yang mempunyai kegemaran berkebun tentu pernah melakukan kegiatan menanam dan merawat tanaman. Menyalurkan hobi tentu merupakan kenikmatan tersendiri dan merasakan bagaimana sensasi dan kedamaian yang kita dapat dari berkebun. Mulai dari menyiapkan media tanam, peralatan  untuk menanam, sampai jenis tanaman yang akan kita tanam.

Sensasi yang luar biasa akan kita dapat pada saat kita datang ke toko tanaman untuk memilih jenis tanaman yang  akan kita beli untuk hiasan di halaman rumah. Mulai dari tanaman hias, bunga sampai tanaman perindang. Dari banyaknya ragam tanaman yang ada tentu akan sangat dipengaruhi oleh dimana media yang akan kita pakai untuk menanam. Apakah di lahan yang sempit, luas atau menanam di pot atau bahkan memakai media lainnya. Yang jelas dari proses  pemilihan tanaman sampai proses penanaman tentu membuat si pemilik hobi akan bersemangat dan merasakan kepuasan manakala tanaman yang paling diinginkan sudah ditanam rapi dan indah di tempat yang sudah ditentukan.

Namun si pemilik hobi kadang lupa bahwa tanaman yang di tanam tidak cukup hanya ditanam begitu saja dan selalu enak dipandangi, namun tanaman adalah mahluk hidup yang perlu dirawat, dipelihara dan membutuhkan sentuhan seperti layaknya anak anak. Proses pemeliharaan dan perawatan ini yang sering diabaikan terutama bagi mereka pemilik hobi   yang juga mempunyai segudang kesibukan di luar, apakah itu profesional, pegawai, pedagang atau pekerjaan lainnya. Sering si pemilik hobi lupa bahwa tanamannya perlu untuk dirawat, ditengok, di bersihkan dari gulma, diberi pupuk, disiangi dan lain sebagainya.

Tahapan proses ini yang mungkin dialami oleh seorang yang mempunyai kesibukan delima ( delapan pagi sampai lima sore), yaitu sebagai pekerja maupun profesional. Disamping kesibukan Delimanya itu  mereka mempunyai sambilan bisnis sampingan yaitu multilevel marketing. Sambilan ini digadang gadang untuk alternatif side income sampai ada yang ingin untuk pensiun. Dalam multilevel marketing kegiatan merekrut  donlen adalah hal yang wajib untuk dilakukan agar proses bisnisnnya berjalan sesuai impian. Dalam merekrut tentu ada sensasi tersendiri seperti halnya memilih tanaman, dalam merekrut pilih memilih teman yang akan diajak untuk menjadi partner juga merupakan seni tersendiri. Manakala calon partener sudah menyatakan setuju untuk bergabung dan sensasi kegiranganpun muncul "HOREE Closing!!!! "Maka partner barupun mulai diberikan berbagai cara "How Do You Do Your Business" and "How To Become a Star". Bulan berjalan dan hasilpun terlihat memuaskan sesuai rencana, namun setelah habis baterai barunya maka si partner baru ini tentu perlu di recharge, perlu disapa, perlu diberi pupuk semangat, perlu disirami dengan motivasi dan nurturing, perlu dijaga agar tidak dimakan ulat yaitu diberi semprotan anti hama, perlu dilihat terus dengan menyapa dan empati.

Hal itu yang sering dilupakan terutama untuk si pemilik hobi yang mempunyai kesibukan delima tadi. Sampai di rumah sudah penat dengan urusan kantor dan dihadapkan dengan masalah yang ada di rumah dan berbagai aktivitas lainnya. Jadi praktis bisa merawat tanaman adalah hari Sabtu dan Minggu. Merawat tanaman tidak perlu 1 hari penuh atau tidak perlu berjam jam, cukup dengan luangkan 15 menit pulang kantor untuk menyiram tanaman, membuang daun layunya dan mencabut rumput liarnya selebihnya lakukan di hari libur. Demikian juga dengan merawat apa yang sudah kita tanam dalam bisnis multilevel. Kita cukup meluangkan waktu 20 menit setelah pulang kantor untuk menyapa partner kita, mengupdate informasi dan menanyakan kabarnya.Bantulah tanaman anda untuk cepat berbuah dengan berbagai macam kegiatan dan inovasi yang anda kreasikan.

Bagaimanapun tanaman dan partner dalam bisnis multilevel adalah mahkluk hidup yang perlu perawatan, sentuhan sebagaimana mahkluk hidup lainnya. Semakin tinggi pohon yang kita tanam maka semakin besar tanggung jawab untuk memeliharanya.

Selamat Menanam dan Merawat agar dapat menghasilkan buah yang berlimpah.
6 Desember 2011, Yasinta untuk partner Ratih,Diana,Bambang,Ayu, Korie, Bu AA,Hendriani,Christine,Limah,Dinan

" Let's Make it Happen" & Don't Give up...We are a big Family...
  Big Hug 4 all of u

Let s JOin with us klik :   www.simplebiznet.com/?id=ayosimpleku

Jumat, 14 Oktober 2011

Menjadi Ibu yang Bijak dan Cerdik Berbelanja

   Sebagai seorang ibu berarti harus terjun langsung dalam urusan belanja kebutuhan rumah tangga. Mau tidak mau suka atau tidak suka setiap bulan harus menyisihkan waktu untuk pergi ke minimarket, pasar, warung hanya sekedar untuk membeli sabun, pasta atau perlengkapan mandi lainnya.
   Rutinitas pergi berbelanja adalah hal yang paling kami tunggu sekeluarga terutama buat anak anak kami. Hal itu karena mereka bisa membeli permen dan makanan ringan sesuka hati, dan sekaligus refresing buat kami sekeluarga. Awalnya kami menikmati rutinitas belanja tersebut, namun 2 tahun terakhir saya sudah merasa sedikit bosan dengan rutinitas belanja. Apakah karena kegiatan yang banyak dan saya terlalu lelah mengantri di kasir . Setelah sya renungkan memang ada banyak faktor selain capek, antri dan ternyata berbelanja di pusat perbelanjaan sangat menyedot anggaran rumah tangga.
   Karena beberapa alasan itu saya memutuskan untuk membuat cara belanja baru yaitu dengan mencatat semua kebutuhan dan saya meminta asisten RT untuk berbelanja. yah..lumayan juga meringankan beban .....
Namun beberapa bulan yang lalu ada teman 1 kantor bertanya kepada saya tentang berapa kebutuhan toiletries setiap bulan. Dalam hati saya berpikir ada hubungan apa dia dengan barang toiletries? yah..dengan enteng saya jawab 400 - 350 ribu 1 bulan. Tanpa saya duga teman satu kantor saya tersebut menawarkan hal yang menarik yaitu berbelanja secara online, mendapat diskon , dan akhir bulan belanjaan saya akan ditukar dengan bonus, jadi otomatis saya berbelanja gratis. Sambil berpikir panjang saya bilang ke dia, tidak mungkin hal itu terjadi. Namun karena saya penasaran maka saya mencoba bertanya lebih lanjut.
    waktu berganti dan sudah hampir 4 bulan saya join dengan bisnis yang ditawarkan teman saya, ternayata memang apa yang dikatakan itu benar. Dengan semangat yang tinggi dan dukungan upline saya tersebut saya dapat berbelanja gratis untuk kebutuhan kosmetik dan toiletries. Hmmm ternyata memang menjadi seorang ibu rumah tangga tetap harus berpikir bijak,cerdas dan cerdik dlaam mengatur anggaran rumah tangga.....
Senang rasanya saya dapat menghemat dan mempunyai tambahan uang belanja.
    Saya berterimakasih kepada teman saya Lia yang memberikan jalan untuk saya, dan jika anda penasaran bagaimana hal tersebut dapat saya lakukan....segera gabung bersama jaringan saya yang sangat memotivasi anda untuk mandiri dan menjadi lebih cerdik dalam mengatur keuangan negara kita alias rumah tangga kita

Cheerrrs..dan bergabunglah bersama kami di SIMPLE.....Sukses Itu Mudah Pastikan ORIFLAME..

Jumat, 07 Oktober 2011

Creative Problem Solving

    Pernahkah anda mempunyai masalah? bagaimanakah anda menghadapi suatu masalah? apakah marah, bingung, frustasi atau pasrah? Ada sebagian orang bereaksi cepat jika menghadapi sesuatu masalah. Sama seperti orang kebanyakan jika saya menghadapi masalah pertama yang bereaksi adalah jantung saya yang berdegup lebih kencang, dan langsung saya berpikir siapa yang menyebabkan hal ini terjadi?
    Mencari subyek untuk diipersalahkan dalam menyelesaikan masalah adalah hal yang sering dilakukan, dan lazimnya kita sebut "kambing hitam". namun kali ini saya mencoba untuk tidak mencari kambing hitam atas masalah yang saya hadapi. Saya berpikir seribu langkah dengan apa yang saya hadapi.
    Saya mencoba berpikir realistis, tentang diri saya. Saya boleh mempunyai mimpi yang tinggi. saya boleh mempunyai cita cita menjadi seorang CEO, atau seorang Pengajar yang baik. Saya boleh bermimpi menjadi seorang ibu rumahtangga sekaligus bekerja.
     Tapi ternyata hidup adalah pilihan, dan kita harus memilih. Jabatan, karir dan penghargaan tidak dapat kita peroleh dengan cuma cuma,semua ada faktor  diluar kendali diri kita masing masing.
     Pernahkah anda bertanya kenapa saya tidak naik pangkat? Mengapa saya gajinya tidak naik? mengapa dia lebih sukses dari saya? mengapa saya tidak bisa lebih baik dari mereka? seribu macam pertanyaan sehingga hal itu membuat kita semakin terpuruk dalam sebuah pertanyaan besar. Jika kita bekerja maka hal itu akan menyebabkan kita menjadi demotivasi, dan malas ke kantor. Sambil bekerja kita membuka web lowongan pekerjaan dan melihat lihat lowongan di koran. Dalam hati kita akan berkata, saya akan keluar dari pekerjaan ini dan saya pasti dapat gaji dan posisi lebih baik.
    Hari berlalu dan kita tidak dipanggil ke tempat yang baru, atau ketempat yang sudah kita lamar. Mulailah kita dengan rutinitas bekerja dan dibumbui dengan perbincangan antar sesama teman, mulai timbulah pergunjingan yang awalnya karena kekecewaan kita pada perusahaan dimana kita bekerja.
    Semua itu sudah pernah saya alami dan saya rasakan, betapa berat memang, namun saya berpikir, bahwa saya harus keluar dari semua rutinitas saya. Saya harus tetap menjadi karyawan yang profesional, karena saya digaji oleh perusahaan. Saya tidak boleh bergunjing dan bergosip ria.....saya harus mulai dari diri saya. dan sejak saat itu saya berpikir untuk dapat memecahkan masalah secara kreatif. Tidak perlu dari orang lain, tidak perlu menunggu gaji saya naik, tidak perlu penghargaan dari atasan. Semua saya mulai dari diri saya sendiri yaitu dengan 1 langkah mudah. SALURKAN KELEBIHAN ENERGI KITA untuk hal hal yang positif....
   Mulailah saya di rumah menekuni gambar mengambar desain baju, melukis pemandangan dan mengajak anak anak saya beraktivitas menggambar. Dari situ timbul banyak ide dengan berbagai macam barang bekas di rumah saya....saya membuat bunga bunga kecil dari kain perca....
Bersyukurlah saya...bahawa meskipun saya tidak mendapat bonus berlebih dari perusahaan namun saya berhasil menciptakan bonus saya sendiri, tanpa tergantung orang lain .....
Dan...jadilah suatu  pemecahan masalah dengan berpikir kreatif.....selamat mencoba